15 Maret, 2009

Bank Kalbar yang Semakin Menggebrak

Bank Kalbar. Nama badan usaha milik daerah Pemprov Kalimantan Barat ini semakin dekat dan lekat di hati rakyat. Bukan itu saja, lembaga keuangan ini banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan provinsi yang berada di wilayah barat Indonesia ini.
Di tahun 2009, Bank Kalbar telah berusia 45 tahun. Usia yang hampir setengah abad tersebut telah membuatnya semakin eksis dan matang di persaingan dunia perbankan.
Tahun ini, dalam memperingati hari jadinya, Bank yang dipimpin Direktur Utama, H Djamaluddin Malik, SE, MM tersebut memilih tema ‘Kita tingkatkan kerja keras, cerdas dan ikhlas, untuk mewujudkan Bank Kalbar sebagai bank terdepan di Kalbar’.
Tema tersebut tentulah tidak hanya tema pemanis di setiap tahun, namun sebuah cambuk dan motivasi untuk terus berkreasi dan berinovasi menuju kemajuan. Untuk maju memang diperlukan kerja keras, cerdas dan ikhlas. Kerja-kerja yang diimbangi dengan kecerdasan untuk melihat peluang, tantangan dan hambatan sehingga melahirkan ide-ide, solusi dan inovasi yang cerdas pula.
Kerja-kerja dengan dipenuhi keikhlasan. Keikhlasan untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan tanpa selalu ‘berhitung’ pamrih, tanpa ingin mencari keuntungan pribadi yang akhirnya berujung pada kolusi, korupsi dan nepotisme. Kerja karena ibadah.
Kerja keras, cerdas serta ikhlas tadi tentu tidaklah hanya proyek ‘thanks you’ saja, namun kita yakin, manajemen perseroan terbatas ini telah mempersiapkan ‘reward and punishment’nya. Tidak ada sebuah prestasi yang tidak dihargai, begitu juga bila berbuat kesalahan bakal diberi sanksi.
Kita ketahui, Bank Kalbar terus berinovasi. Perusahaan perbankan ini telah produk baru yaitu kredit usaha mikro utama (KUR). Likuiditas dan tingkat kesehatan Bank Kalbar, masih tergolong sehat dengan ratio CAR sebesar 19,65 dan NPL sebesar 0,12 persen.
Hingga 2008, jumlah nasabah Bank Kalbar sebanyak 200.402. Uang yang bisa dihimpun sebesar Rp1,392 triliun. Padahal, pada 2007, jumlah nasabah hanya 160.911. Dari jumlah itu, bisa dikumpulkan uang sebesar Rp1,185. Artinya, ada peningkatan nasabah sebesar 39.491, dan peningkatan nominal sebesar Rp207 miliar.
Nasabah dipermudah dengan adanya 51 jaringan kantor cabang di seluruh Kalbar. Semua jaringan kantor telah terhubung sehingga memudahkan dalam bertransaksi bagi nasabah.
Nasabah juga tidak perlu kuatir, karena uang nasabah dijamin oleh sebuah lembaga penjamin simpanan (LPS). Bahkan, transaksi dengan jumlah tertentu, ada layanan jemput bola. Artinya, Bank Kalbar yang bakal mendatangi nasabah.
Kemudahan lainnya, para nasabah bisa bertransaksi di mana saja. Ada 16.000 ATM dengan logo ATM Bersama. Nasabah juga diberi kemudahan dengan adanya fitur BPD online. Ini produk bersama BPD seluruh Indonesia. Sehingga sesama BPD sudah terhubung secara online.
Bank Kalbar sendiri dalam telah mendapatkan beberapa penghargaan dalam BUMD Award 2008. Ada enam kategori dinilai. Setidaknya, empat kategori berhasil diraih Bank Kalbar. Seperti, peringkat 2, dari segi sumber daya manusia (SDM). Peringkat ke 4, BUMD terbaik. Peringkat ke 4, pemasaran terbaik. Peringkat 13, keuangan terbaik.
Padahal, award tersebut diikuti 1500 BUMD. Setelah diseleksi menjadi 600 BUMD. Setelah diciutkan lagi, tinggal 30. Dari angka itu, hanya 22 yang menonjol dan masuk nominasi. Selamat ulang tahun dan terus sukses selalu.
»»  READMORE...

Piala Wakil Walikota

Tak terasa 19 Mei 2009 ini, Harian Borneo Tribune telah berusia dua tahun. Di usia yang masih muda, kami yang bernaung di bawah PT Borneo Tribune Press ini berusaha terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat Kalimantan Barat.
Untuk memperingati hari jadi ini, kami pun telah menyusun sejumlah kegiatan yang bakal diusung. Jenis kegiatan pun tak jauh-jauh dari tugas dan fungsi media. Massa yang akan terlibat juga dari usia taman kanak-kanak hingga kakek-kakek. Kami ingin, koran ini menyentuh semua tingkatan umur.
Kegiatan pertama, Sabtu 21 Maret ini, kami akan menggelar seminar ‘Bio Energy’ yang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Universitas Tanjungpura, Universitas Bonn Jerman dan Tribune Institute bertempat di Fakultas Kedokteran Untan.
Keesokan paginya, Minggu, 22 Maret bersama Hotel Gajahmada yang 23 Maret 2008 ini akan memperingati HUT nya ke 10, bertempat di wilayah Tugu Khatulistiwa Siantan akan dilangsungkan kegiatan menulis untuk anak-anak khususnya pelajar kelas VI-VI Sekolah Dasar.
Ini merupakan kegiatan kedua. Di tahun pertama, peserta membeludak dari target panitia dan ini menunjukkan antusias anak-anak serta sekolah sangat tinggi. Belajar dari pelaksanaan tahun sebelumnya, lomba menulis kali ini juga telah dipersiapkan.
Hotel Gajahmada, hotel berkelas bintang III ini juga tetap dan terus mensupport dengan satu tujuan membangun serta mengembangkan minat bakat kepenulisan. Tahun ini, Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, S. Hut juga antusias memberikan dukungan.
Orang nomor dua di Kota Pontianak ini dengan tegas menyatakan dirinya sangat senang kegiatan kepenulisan dan menyediakan piala tetap untuk para pemenang. Begitu juga dengan Dinas Pariwisata Kota Pontianak. Lomba yang temanya tak jauh-jauh dunia wisata, dinilai mampu membantu memperkenalkan wisata di Kota Pontianak.
Selain kegiatan lomba menulis, kami juga merencanakan menggelar lomba gerak jalan santai, lomba mewarnai, lomba sepeda santai, lomba desain blog, lomba tata wajah koran, lomba foto maupun karikatur serta pelatihan kepenulisan di sejumlah daerah kabupaten kota. Semoga apa yang kami rencanakan bisa berjalan dengan lancar dan sukses, ini tak terlepas tentunya dari dukungan para pembaca sekalian. Bila anda berkesempatan, silahkan mengikuti lomba-lomba, seminar maupun pelatihan yang bakal digelar.
»»  READMORE...

03 Maret, 2009

Kelompok Terakhir


Siapa yang paling kehilangan ketika ajal anda berakhir hari ini? Teman kerja, bos tempat anda bekerja, tetangga, keluarga dekat atau istri beserta anak-anak?
Bagaimana dengan teman kerja anda? Mereka tentu akan kehilangan. Masanya 1-2 minggu atau paling lambat 1-2 bulan. Bila mereka sudah kembali sibuk bekerja, punya teman baru juga akan melupakan anda. Mereka akan kembali teringat bila hari ulang tahun ajal anda berakhir.
Terus bagaimana dengan bos anda? Wah dia akan kehilangan sekali bila anda karyawan yang berprestasi baik, kreatif, inovatif dan mampu menghasilkan pendapatan yang besar buat perusahaan. Itu pun tidak akan lama, bila dirinya sudah mendapatkan karyawan yang lain atau mempunyai kesibukan, anda pun akan dilupakan. Hari tibanya ajal anda pun, ia tidak akan ingat. Bagaimana kalau anda punya track record buruk, bos anda akan ikut bersedih, dan tidak lama kemudian, ia akan bersyukur terlepas dari karyawan yang bisa menggerogoti perusahaan tanpa perlu susah-susah memecat sehingga harus keluar sekeping atau dua keping uang pesangon.
Tetangga? Ini akan lebih lama mengenang anda. Apalagi bila anda termasuk orang yang baik di lingkungan, dermawan, suka menolong dan tidak usil. Mereka akan terus turut mendoakan anda dan itupun tidak akan selamanya. Pasalnya mereka juga punya kesibukan lainnya, apalagi ada tetangga baru yang jauh lebih baik, lebih dermawan dan lain sebagainya.
Terus dengan keluarga dekat (ayah, ibu, mertua, kakak, adik), istri dan anak-anak? Kelompok ini adalah orang yang paling berduka. Seumur hidup anda akan dikenang dan selalu didoakan. Bila melihat baju, kendaraan, peralatan apa saja serta kebiasaan yang sering dilakukan, mereka cepat sekali teringat kepada anda di semasa hidup dahulu, lantas bersedih.
Padahal kelompok terakhir ini adalah orang-orang yang sangat mungkin mendapatkan perhatian yang kurang dari anda. Mereka sering ditinggal dalam kondisi baik, sehat maupun sakit. Mereka yang sering anda marahi dan menjadi korban ketika anda sibuk dengan pekerjaan, melayani tugas dari bos, menemui teman-teman kerja atau tetangga.
Mereka yang harus lebih tinggi nilai dalam menahan perasaan, mereka yang sedikit anda berikan kasih sayang sedangkan mereka adalah orang-orang tak mungkin melupakan anda ketika semuanya telah berakhir.
Ayo, mari kita berpikir ulang sebelum ajal tiba walaupun tidak tahu kapan dijemput. Apakah kita akan menambah beban kelompok terakhir ini? Sudah saatnya kita lebih mementingkan dan memberikan perhatian yang besar kepada kelompok terakhir ini yang akan kekal mengenang anda. Sudah saatnya.
»»  READMORE...