07 April, 2009

Bedah APBD Kubu Raya

Pasangan Bupati-Wakil Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan-Andreas Muhrotien tampaknya harus bekerja keras untuk melaksanakan komitmennya untuk mengutamakan pelayanan akan kebutuhan dasar rakyatnya di tahun pertama ini.
Maklum saja, APBD 2009 yang telah disyahkan sebelum pasangan ini dilantik lebih terkesan mengutamakan belanja tak langsung. Belanja-belanja yang tak menyentuh langsung masyarakat tersebut menyedot hampir 2/3 dari total APBD yang totalnya sebesar Rp 458,743,934,487.00.
Belanja tidak langsung benar-benar mendominasi perjalanan kabupaten baru dan termuda di Kalbar ini sebesar Rp 287,558,614,862.00, sedangkan belanja tidak langsung hanya dianggarkan sebesar Rp 171,185,319,625.00. Belanja langsung juga ternyata tidak sepenuh menyentuhkan masyarakat, lebih banyak untuk pengadaan barang dan kelengkapan administrasi.
Bukan hanya Bupati dan Wakil Bupati yang mungkin kelimpungan, harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan, kesejahteraan dan kehidupan lebih baik dibuat mengambang. Cita-cita dari pemekaran pun terasa tak dipandang lagi.
Memang Kubu Raya merupakan kabupaten baru, namun apakah harus 63 persen dihabiskan untuk belanja langsung? Kabupaten ini sendiri juga memiliki ’bom waktu’ yang siap meledak bila pemerintah pusat menarik atau mengecilkan dana perimbangan.
Mafhum saja, pendapatan kabupaten yang memiliki 9 kecamatan ini angka terbesar disumbang dari dana perimbangan sebesar Rp 426,063,501,000.00 dan lain-lain sebesar Rp 22,541,843,487.00. Sedangkan Pendapatan Daerah sebesar Rp 10,138,590,000.00 yang juga berasal dari dana hibah Kabupaten induk maupun provinsi.
Tentu sebagai daerah otonom baru, Kubu Raya diharapkan membangun pondasi yang kuat terutama bagi kebutuhan dasar rakyat. Pondasi yang kuat ini ke depan diharapkan menjadi dasar untuk semakin kuat di tahun-tahun berikutnya.
Kekuatan itu sendiri berada di rakyat yang menempati 106 desa, 370 dusun pada areal 6.985,20 kilometer per segi. Bila masyarakat sendiri sudah kuat bagi kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan, toh pemerintah juga akan terkurangi bebannya dan akan mudah mengembangkan program yang akan dilaksanakan.
Melihat APBD tahun 2009, masyarakat semakin pesimis terhadap kabupaten yang dibangun dari dasar keinginan bersama-sama dari grass root hingga elit tersebut akan kemajuan bila hak-hak mereka pun di tahun pertama ini tak ’dipandang’. Kini kita menunggu gerak cepat Muda-Andreas membedah APBD 2009 dan mengambil tindakan tegas untuk mengutamakan kepentingan publik. Semoga
»»  READMORE...

Kelompok Terakhir

Siapa yang paling kehilangan ketika ajal anda berakhir hari ini? Teman kerja, bos tempat anda bekerja, tetangga, keluarga dekat atau istri beserta anak-anak?
Bagaimana dengan teman kerja anda? Mereka tentu akan kehilangan. Masanya 1-2 minggu atau paling lambat 1-2 bulan. Bila mereka sudah kembali sibuk bekerja, punya teman baru juga akan melupakan anda. Mereka akan kembali teringat bila hari ulang tahun ajal anda berakhir.
Terus bagaimana dengan bos anda? Wah dia akan kehilangan sekali bila anda karyawan yang berprestasi baik, kreatif, inovatif dan mampu menghasilkan pendapatan yang besar buat perusahaan. Itu pun tidak akan lama, bila dirinya sudah mendapatkan karyawan yang lain atau mempunyai kesibukan, anda pun akan dilupakan. Hari tibanya ajal anda pun, ia tidak akan ingat. Bagaimana kalau anda punya track record buruk, bos anda akan ikut bersedih, dan tidak lama kemudian, ia akan bersyukur terlepas dari karyawan yang bisa menggerogoti perusahaan tanpa perlu susah-susah memecat sehingga harus keluar sekeping atau dua keping uang pesangon.
Tetangga? Ini akan lebih lama mengenang anda. Apalagi bila anda termasuk orang yang baik di lingkungan, dermawan, suka menolong dan tidak usil. Mereka akan terus turut mendoakan anda dan itupun tidak akan selamanya. Pasalnya mereka juga punya kesibukan lainnya, apalagi ada tetangga baru yang jauh lebih baik, lebih dermawan dan lain sebagainya.
Terus dengan keluarga dekat (ayah, ibu, mertua, kakak, adik), istri dan anak-anak? Kelompok ini adalah orang yang paling berduka. Seumur hidup anda akan dikenang dan selalu didoakan. Bila melihat baju, kendaraan, peralatan apa saja serta kebiasaan yang sering dilakukan, mereka cepat sekali teringat kepada anda di semasa hidup dahulu, lantas bersedih.
Padahal kelompok terakhir ini adalah orang-orang yang sangat mungkin mendapatkan perhatian yang kurang dari anda. Mereka sering ditinggal dalam kondisi baik, sehat maupun sakit. Mereka yang sering anda marahi dan menjadi korban ketika anda sibuk dengan pekerjaan, melayani tugas dari bos, menemui teman-teman kerja atau tetangga.
Mereka yang harus lebih tinggi nilai dalam menahan perasaan, mereka yang sedikit anda berikan kasih sayang sedangkan mereka adalah orang-orang tak mungkin melupakan anda ketika semuanya telah berakhir.
Ayo, mari kita berpikir ulang sebelum ajal tiba walaupun tidak tahu kapan dijemput. Apakah kita akan menambah beban kelompok terakhir ini? Sudah saatnya kita lebih mementingkan dan memberikan perhatian yang besar kepada kelompok terakhir ini yang akan kekal mengenang anda. Sudah saatnya.
»»  READMORE...

SMS Caleg

Semakin dekat hari pelaksanaan pemungutan suara pada pemilu tahun 2009 ternyata buat pusing juga. Pasalnya, dalam sehari saja bisa puluhan short message service (SMS) yang mampir di nomor telpon seluler saya.
SMS dari para caleg ini juga tentu ada yang masuk di HP para pembaca sekalian dengan pesan senada. SMS itu jelas isinya kampanye. Mereka dari berbagai partai. Ada juga satu partai dengan nomor urut berbeda, dapil sama. Para caleg itu meminta dipilih pada 9 April 2009. Bukan itu saja, mereka meminta agar mengajak sanak saudara memilihnya.
Yang membuat pusing, kapasitas inbox saya dengan cepat sekali penuh dan ini membuat sejumlah SMS yang penting pun tertunda masuknya. Kapasitas untuk menyimpan pesan di telpon genggam saya yang merupakan seri terbaru 5 tahun lalu, tidak terlalu besar.
Baru 80-an pesan yang masuk sudah penuh. Ini membuat tangan mendapat pekerjaan tambahan menghapus SMS setiap kali masuk seusai habis dibaca.
Soal pilihan, saya sudah mengantongi satu nama, baik buat DPRD Kubu Raya, DPRD Kalbar, DPR RI maupun DPD RI. Untuk keluarga, mereka juga sudah punya pilihan sendiri-sendiri.
Ya, SMS-SMS itu juga sebagai bentuk usaha. Usaha untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya agar terpilih menjadi anggota legislatif yang terhormat. Terhormat karena jabatan, tinggal bagaimana mempertahankan moral serta sepak terjang, tetap terhormat juga.
Usaha untuk merebut dan memenangkan hati rakyat melalui SMS tentu sah-sah saja sebatas sesuai aturan dan tidak memaksa. Untuk SMS memang memerlukan modal yang cukup besar, tetapi cara ini mungkin jauh lebih efektif. Mengirim SMS tentu jauh lebih baik ketimbang ’serangan fajar’ membagi-bagikan uang atau bentuk lainnya ke rumah-rumah, di jalan menuju TPS maupun memanipulasi suara.
Nah, 9 April, tugas kita sebagai warga negara yang memiliki hak pilih, gunakanlah secara bertanggungjawab untuk memilih wakil di lembaga legislatif. Bukan hanya memberikan suara dengan cara mencontreng saja, tetapi juga mengawasi pelaksanaannya. Mengawasi agar tidak terjadi kecurangan, manipulasi maupun money politic.
Tentu, sangat-sangat tidak layak bila caleg-caleg ‘busuk’ yang mewakili kita di lembaga legislatif. Ayo, mari kita tentukan masa depan daerah dan bangsa ini, dengan memilih caleg-caleg yang kita ketahui memiliki kredibilitas, kapabilitas, kapasitas serta moral yang baik pula. Ingat 9 April jangan lupa memberikan suara, sekaligus mengawasinya. Selamat menentukan pilihan
»»  READMORE...