26 September, 2007

Kesadaran Membayar Pajak Meningkat


Hairul Mikrad
Borneo Tribune, Pontianak
Kesadaran pemilik kendaraan bermotor untuk membayar pajak mengalami peningkatan. Hal ini diimbangi dengan kondisi Kalimantan Barat yang terus kondusif serta efektifnya sosialisasi oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalbar.
“Pendapatan masyarakat sangat tergantung dengan kondisi keamanan. Bila aman, masyarakat kerja enak, pasar tumbuh dan terbuka sehingga terjadi peningkatan pendapatan,” ulas Kadispenda Kalbar, Drs H Darwin Muhammad.
Setelah terjadi peningkatan pendapatan, masyarakat mulai memenuhi kebutuhannya seperti sepeda motor. “Sepeda motor ini sudah menjadi kebutuhan primer untuk memudahkan dan mempercepat mereka bertransportasi mengangkut hasil pertanian dan dari sini mereka menjadi wajib pajak. Meningkatnya kemampuan masyarakat membeli kendaraan, ini juga menambah daftar wajib pajak dan berdampak pada pendapatan daerah,” jelasnya.
Tingginya masyarakat untuk membayar pajak, dicontoh Darwin ketika Dispenda membuka stand pembayaran pajak saat Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG). “Saat itu kita sangat terkejut, animo masyarakat membayar pajak sangat tinggi dan kita berasumsi saat itu masyarakat membayar pajak dulu baru melihat stand-stand lainnya,” aku pejabat yang menyukai olahraga bola voli dan karate ini.
Untuk meningkatkan pendapatan daerah, aku Darwin, Dispenda terus berkreasi dan mensosialisasikan terus untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak. “Kita terus mengimbau masyarakat dan penyuluhan untuk membayar pajak melalui religi dan kebudayaan maupun olahraga serta menjalin kerjasama-kerjasama dengan lembaga-lembaga maupun organisasi masyarakat,” jelas Darwin.
Upaya ini, kata Darwin sudah terlihat hasilnya. “Ada suatu daerah kita coba imbau warganya membayar pajak kendaraan bermotor melalui pendekatan religi dan setelah dievaluasi ternyata warga di daerah tersebut kesadaran melunasi kewajibannya membayar pajak meningkat. Kondisi ini yang akan terus kita kembangkan dan terapkan,” ucapnya.
»»  READMORE...

Komisi D Intensifkan Penyelenggaraan Haji


Hairul Mikrad
Borneo Tribune, Pontianak

17 November 2007 mendatang, kloter pertama jamaah haji Kalbar akan berangkat dari Supadio Pontianak ke Bandara Hang Nadim, Batam. Menjelang pelaksanaan ibadah ke tanah suci ini, persiapan panitia di Kalbar perlu dimantapkan.
“Komisi D, Jumat (28/9) ini akan mengundang Kanwil Depag Kalbar, panitia haji daerah, Biro Sosial Pemprov, panitia penyelenggara barang dan jasa dalam hal angkutan lokal Bandara Supadio Pontianak-Bandara Hang Nadim Batam dan ikatan persaudaraan haji Kalbar untuk bersama-sama mengevaluasi penyelenggaraan haji musim lalu dan persiapan pelaksanaan haji 2007,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Kalbar, Anwar, SPd, MH.
Ini, kata Anwar mengingatkan kloter pertama Kalbar sudah berangkat ke Batam 17 November. ”Pemberangkatan terakhir 30 November. Kapasitas panitia daerah sesuai dengan surat Dirjen Penyelenggaraan Haji Depag RI, angkutan lokal dari provinsi asal ke asarama ditangani panitia daerah yang juga sudah ditetapkan oleh Gubernur Kalbar termasuk petugas haji daerah dan pembimbing ibadah serta kesehatan,” urai anggota Fraksi Partai Golkar ini.
Secara organisasi, kata Anwar, kepanitian haji daerah sudah siap dan 28 September mendatang juga akan mendengarkan ekspose dari panitia yang diketuai Gubernur Kalbar dengan ketua harian Asisten II Pemprov Kalbar. ”Ada hal-hal yang akan kita perdalam pembahasannya seperti ongkos angkutan lokal dari Pontianak ke Batam. Tahun lalu sudah dilakukan tender terbuka yang dimenangkan maskapai penerbangan Batavia. Tahun ini kita minta semua maskapai penerbangan yang ada di Kalbar tidak hanya yang melayani rute Pontianak-Batam seperti Merpati, Garuda, Ada, Air dan Sriwijaya diundang lelang dengan persyaratan mereka punya izin dan laik terbang serta punya armada Boeing Seri 400 dan harus memiliki pesawat yang standby antar jemput jamaah haji Pontianak-Batam. Kekurangan tahun lalu akan kita perbaiki,” papar Anwar.
»»  READMORE...

Kamaruzzaman Calon Kuat Plt Kubu Raya


Hairul Mikrad
Borneo Tribune, Pontianak

Asisten III Pemerintah Provinsi Kalbar, Drs Kamaruzzaman, MM dinilai sangat cakap untuk menjadi Penjabat Bupati Kubu Raya. Selain berasal dari kabupaten baru tersebut, sosok low profile ini dipandang pengalaman di pemerintahan serta memahami kondisi wilayah pesisir tersebut.
Penilaian ini disampaikan Anggota DPRD Kalbar, Anwar, S.Pd, MH. Selain Kamaruzzaman, Anwar juga menyebutkan Kepala Dinas Kimpraswil Kalbar, Ir Rudy Bachtiar, Kadisnaker, Drs Kadir Ubbe, Asisten II Pemkab Pontianak, Drs H Idrus Adam, Asisten III Pemkab Pontianak, Drs Rubijanto dan Kadis Kesehatan Kabupaten Pontianak, dr H Ikke Wicaksono, MPH.
”Kita mempertanyakan mengapa Gubernur Kalbar terkesan lama menunjuk Penjabat Bupati Kubu Raya karena komitmen awal bila sudah dilembarnegarakan maka Gubernur sudah mempersiapkan dan segera mengajukan nama-nama Plt,” tukas Anggota DPRD Provinsi Kalbar asal dapil Kabupaten Pontianak, Anwar, S.Pd.
Menurut Anggota Fraksi Partai Golkar ini, sudah tidak ada alasan lagi untuk memperlambat pengajuan nama-nama Plt. ”Tugas PLt tidak sedikit. Setelah ditetapkan, maka dirinya harus mempersiapkan perangkat-perangkat daerah, pengisian DPRD setempat dan membuat program menuju Kubu Raya memiliki Bupati Definitif,” urainya.
Untuk sumber daya manusia (SDM) yang akan menempati posisi Plt Bupati Kubu Raya, Anwar tidak memandangnya suatu persoalan. ”Tinggal menginginkan saja apakah PLT Bupati ini dari kabupaten induk atau pejabat yang ada di provinsi yang penting memahami karateristik kabupaten termuda tersebut. Kita sama-sama mengetahui rentang waktu tidak lama lagi, kalau sudah ditunjuk maka pengisian dan pemindahan anggota DPRD segera dilakukan,” papar Muda.
Selain itu juga, kata Anwar, desakan agara Gubernur segera mengajukan nama-nama PLt Bupati Kubu Raya ini melihat infrastruktur untuk perkantoran sudah siap. ”Kita minta Gubernur untuk segera mengajukan nama-nama Plt Kubu Raya apalah dari Provinsi atau kabupaten,” sarannya.
»»  READMORE...