29 Oktober, 2009

Harga Regional Untuk Beras

Usulan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat agar ada harga regional beras merupakan hal yang mendesak. Ini sebagai bentuk nyata membantu dan membela para petani.
Untuk memperkuat usulan ini, sudah selayaknya didukung Pemerintah Kabupaten/kota, legislative provinsi beserta kabupaten/kota maupun HKTI, KTNA, pengusaha pertanian serta organisasi-organisasi yang bergerak di sektor ini.
Harga jual regional ini penting artinya bagi petani, mengingat masing-masing daerah memiliki karateristik serta tingkat kemajuan pembangunan yang berbeda. Masing-masing daerah di Indonesia memiliki akses, sarana prasarana dan biaya tranportasi maupun produksi yang berbeda pula.
Tentu di Kalbar, dengan banyaknya keterbatasan dan belum meratanya pembangunan membuat biaya produksi pertaniannya jauh lebih tinggi dibanding di pulau Jawa. Untuk menghasilkan 1 kilogram gabah kering giling (GKG) nilai Rupiah yang dikeluarkan beda jauh dengan produksi di Jawa. Namun, pemerintah malah memberlakukan satu harga untuk seluruh Indonesia
Otomatis, Badan Pusat Logistik (Bulog) yang membeli beras dari petani akan menerapkan harga beli yang sama, sementara biaya produksi lebih mahal. Dengan harga yang sama ini, ketika petani di Jawa meraih untung, petani di Kalbar belum tentu mendapatkan keuntungan, syukur-syukur bisa balik modal.
Bila memang diterapkan harga regional, tentu petani di Kalbar akan sangat terbantu seperti yang disampaikan Kadistan Kalbar, Hazairin bahwa jika ada harga regional beras, petani-petani Kalbar tidak akan rugi. Karena disesuaikan dengan harga lokal disini.
Kita berharap usulan Dinas Pertanian Kalbar tersebut tidak hanya usulan sektoral saja, namun menjadi keinginan bersama semua elemen di Kalbar ini. Bila petani sejahtera, maka Kalbar sejahtera. Pasalnya sebagian besar warga Kalbar beserta kehidupan keluarganya sangat bergantung pada sektor ini. Artinya membela kepentingan petani sama dengan membela kehidupan sebagian besar rakyat Kalbar.
Kita berharap pemerintah pusat memperhatikan serius usulan harga beras regional ini serta segera mewujudkannya mengingat salah satu cita-cita berdirinya republik ini untuk mensejahterakan rakyatnya, dan sebagian besar rakyat di NKRI ini adalah petani. Semoga.
»»  READMORE...

Memaknai Mudik Lebaran

Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Hari-hari pengujung di bulan penuh ampunan, berkah dan pahala ini menjadikan kesibukan sebagian masyarakat muslim bertambah.
Sebagian masyarakat terus menambahkan derajat ketakwaannya di hari-hari terakhir Ramadan, namun ada sebagian menambah aktivitas mempersiapkan pernak-pernik untuk lebaran dari kue-kue, pakaian baru, memperindah rumah dan mudik alias pulang kampong.
Selepas Ramadan, masyarakat muslim merayakan hari kemenangan ‘Idul Fitri’. Idul Fitri sendiri memiliki makna kembali ke fitrah, kembali kepada kesucian diri. Kesempatan di Idul Fitri tersebut dimanfaatkan betul untuk bersilahturahmi dan saling maaf memaafkan.
Untuk bersilahturahmi, tradisi yang masih hidup di masyarakat Indonesia ‘mudik’ pulang kampung halaman.
Tentu banyak alasan bagi orang-orang untuk mudik Lebaran, antaranya untuk saling memaafkan, melepas rindu dan merekatkan ikatan persaudaraan dan kekerabatan terutama bersilahturahim dengan orang tua, keluarga, sanak saudara, karib-kerabat, dan lainnya.
Untuk silahturahim ini terkadang harus mengeluarkan biaya besar terutama mereka yang sudah menetap di luar daerah, di kota dan desa. Mudik sudah menjadi kebutuhan social sebagai relasi sosial yang dilandasi keterlibatan emosi intens.
Selain itu juga, niat mudik tak jarang juga dilabeli dengan muatan menunjukkan jati diri dan status sosial pemudik saat ini. Ini juga turut memperkuat alasan mengapa harus mudik. Ini merupakan proses dan tradisi yang tumbuh di dalam masyarakat kita.
Namun, pelurusan niat mudik amat penting diperkuat di hati sanubari, setidaknya untuk menghadirkan makna dan esensi mudik, antara mudik dan perintah agama. Mudik harus lebih dimakai untuk memperkuat ibadah, menenangkan hati, dan terjalinnya ikatan silaturrahim serta mereguk kembali semangat di kampung halaman seperti gotong royong, kesetiakawanan, kebersahajaan, dan persaudaraan.
Mudah-mudahan kita bisa memaknai mudik Idul Fitri 1430 H ini dengan tujuan sebenarnya dan meraih kemenangan di Hari yang Fitrah. Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat berlebaran, mohon maaf lahir dan batin.
»»  READMORE...

Siapkan Diri Jadi CPNS

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setiap tahun ditunggu-tunggu. Dulu, tamatan SMA masih bisa berharap menjadi abdi rakyat tersebut, namun beberapa tahun terakhir ini pemerintah memprioritaskan lulus Diploma II ke atas yang jumlah lulusannya setiap tahun membludak.
Minimnya pembukaan lapangan pekerjaan, membuat penerimaan CPNS diserbu warga. Maklum saja, walaupun harus bersaing dengan ribuan orang, namun lowong pekerjaan ini sangat menjanjikan.
Menurut sejumlah orang, menjadi CPNS itu enak. Enaknya jam kantor jelas, kapan masuk dan pulang. Jadi untuk mengatur jadwal dan mendisplinkan diri lebih mudah. Selain itu juga tidak perlu memikirkan apakah ada gaji bulan ini, besok atau lusa, yang pasti setiap bulan tinggal menunggu tanggal muda saja.
Bukan itu saja, walaupun dipotong dari gaji setiap bulannya, jaminan kesehatan melalui Akses, jelas ada dan pasti, semuanya diuruskan tidak hanya informasi semata. Ini juga termasuk jaminan pensiun. Walaupun pendapatan kecil, ketenangan bekerja terjamin.
Namun, bagi sebagian orang, menjadi CPNS tersebut membosankan karena terkukung rutinitas pekerjaan birokrasi dan sulit mengembangkan kemampuan karena harus melalui jenjang karir.
Terlepas dari suka atau tidak suka, realitas penerimaan CPNS sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Sedikit saja pemberitaan atau informasi mengenai lowong pekerjaan tersebut, pasti dengan lahap dibaca hingga titik koma.
Di tahun 2009 ini, di Kalimantan Barat direncanakan akan dicari CPNS untuk mengisi 4.810 formasi, yang terdiri 3945 formasi umum dan 865 tenaga honorer.
Kota Singkawang mendapat formasi terbanyak, yakni 456 yang terdiri formasi umum 417 dan sisanya honorer. Kabupaten Melawi menempatkan formasi umum di atas seluruh kabupaten lainnya, yakni 441 formasi.
Kalau provinsi tenaga kesehatan paling banyak diterima, karena sebelumnya 75 ada penambahan menjadi 92, tenaga teknik hanya 21 dan di luar itu tenaga honorer 230 sehingga jumlah di provinsi 343 formasi.
Tentu untuk bersaing, mulai sekarang bagi yang berminat untuk segera mempersiapkan segala persyaratan yang umum diminta untuk penerimaan CPNS. Selain itu juga, pengetahuan untuk menghadapi test tertulis penting dimatangkan.
Hindari para calo yang menjanjikan bakal diterima. Selain akan terhindar dari rasa angkuh bakal terima, anda akan menjadi orang yang ikut membangun sistem seleksi fair play tanpa KKN sehingga kualitas pun terjamin.
Kita hanya berharap, panitia penerimaan pun menjaga netralitas tidak ‘bermain mata’, lebih mengutamakan kualitas, kapasitas dan keilmuan para CPNS tersebut sehingga yang lulus nantinya merupakan abdi Negara dan abdi rakyat yang benar-benar layak dan merakyat, sosok birokrasi melayani bukan dilayani. Semoga.
»»  READMORE...