25 Mei, 2008

Jadi Dokter yang Bisa Buat Komik



Hairul Mikrad
Borneo Tribune, Pontianak
Rumah di Komplek Pancasila Indah tersebut terlihat lengang. Namun sambutan ramah seketika menyeruak saat pintu depan diketok. Tampak gadis mungil berambut panjang kerinting dengan kulit putih didampingi ibunya membukakan pintu.
Gadis tersebut bernama Belinda Phelia. Sosok belia ini peraih juara pertama lomba mewarnai yang digelar Harian Borneo Tribune dalam memperingati ulang tahun pertama, Minggu, 18 Mei kemarin.
Tak kalah ramahnya, Lucya ibu kandung Belinda. Wanita ini selalu dengan setia menemani anak keduanya mengikuti setiap perlombaan. Di samping Belinda, tampak abang kandungnya, William Phendra, 9. Pelajar kelas 3 SD Karya Yosef ini juga jago melukis dan mewarnai. Karya William pernah dikirim ke perlombaan di Australia dan masuk sebagai finalis. Babak final akan digelar di Filipina.
Belinda merupakan anak kedua dari pasangan Tek Beng dan Lucya. Gadis kelahiran 20 Oktober 2001 ini kini duduk di kelas I SD Karya Yosef. Ketika dikunjungi, Belinda tampak tak bisa diam. Keinginan tahunya begitu besar. Tidak hanya book note yang dipandang dan dipegang, tulisan di dalamnya pun diperhatikan benar. Beberapa pertanyaan ringan yang dilemparkan dijawabnya dengan suara jelas dan tanpa ragu-ragu.
Anak yang belum berusia tujuh tahun ini memiliki segudang prestasi di lomba mewarnai. 40 trophy dan penghargaan telah disabetnya sejak masih duduk di taman kanak-kanak (TK). Itu belum termasuk lomba-lomba yang diikutinya dan keluar sebagai juara, dimana panitia tidak menyediakan trophy.
Kedua anak pasangan Tek Beng dan Lucya memang memiliki bakat melukis dan mewarnai. Sejak kecil mereka sudah terbiasa coret mencoret dan terus terlatih serta terasah oleh lomba-lomba.
Bakal melukis terlihat lebih dahulu pada sang ‘koko’ (panggilan buat abang di kalangan Tionghoa). Belinda yang baru berusia 2,5 tahun sering diajak ibunya menemani sang abang mengikuti lomba. Permainan crayon yang dilakukan William ternyata menggoda dan menarik perhatian sang adik. Perlahan Belinda juga ikut mewarnai. Dirinya memulai dengan coret-coretan dan hal ini dianggap ibunya biasa-biasa saja. Awal yang biasa tersebut ternyata memendam bakat yang luar biasa.
Belinda terlihat apik mewarnai. Gambar-gambar diberikan tuntas diwarnainya semua dengan rapi. Lucya melihat bakat anaknya tersebut. Belinda kemudian dikursuskan. Tidak hanya satu guru, beberapa guru juga turut mengasah kemampuan gadis periang penggemar warna pink ini.
“Awalnya biasa-biasa saja. Belinda sering saya ajak mengikut koko nya bila ikut lomba. Lama-lama Belinda sendiri yang mewarnai dan itu selesai. Semua gambar kita berikan selesai diwarnai. Banyak teman-teman saya bilang, Belinda ini memiliki aura dan bakat yang kuat,” aku Lucya.
Lucya sebelumnya memutuskan untuk tidak bekerja. Dirinya lebih memfokuskan mengurus dua buah hatinya. “Sekarang Belinda melukis dan mewarnai belajar sendiri. Ya namanya anak kecil, kapan dia mau melukis ya melukis, kapan mewarnai ya mewarnai. Tidak ada waktu khusus untuk mereka belajar melukis atau mewarnai. Saya dan suami juga tidak menekankan itu. Belinda ini juga suka melukis dan menulis, dia lagi buat satu komik,” ucap Lucya sambil melirik Belinda yang tersenyum-senyum.
Belinda lantas mengambil selembar kertas gambar. Di atas kertas sudah ada sejumlah gambar kartun dengan cerita seperti komik. Tampak sekali daya imajinasi, inovasi dan kreativitas anak yang suka makan capcay ini.
Belinda di sekolah termasuk anak yang cerdas. Tidak hanya mewarnai, secara akademis sangat diperhitungkan. Di kelas dirinya berhasil meraih rangking 2 dengan nilai rata-rata 94,3. Gadis periang tahu menempatkan diri. Saat belajar dirinya tekun dan tidak pernah nakal, namun bila istirahat, kesempatan tersebut benar-benar digunakan untuk bermain.
Penggemar film kartun sponge bob ini termasuk anak yang tidak suka menerima begitu saja apa yang diberikan. Dirinya lebih suka mengembangkan ide kreatifnya sendiri. Menurut cerita Lucya, anak kedua tersebut pernah diberi tugas sama guru tapi Belinda nolak karena ia ingin mengembangkan ide sendiri.
“Kita beri gambar pesta, malah muncul ide Belinda kalau gambar pesta harus ada kursi-kursi, orang, meja tempat makan dan menyimpan makan. Belinda ini tidak mudah menerima begitu saja dan dia selalu berusaha mengembangkan daya kreativitasnya,” urainya.
Seperti anak-anak seusianya, Belinda masih suka minum susu. Bila malam, dirinya tidur tepat waktu pukul 20.00. Selain Sponge Bob, Belinda juga suka film kartun Barbie.
Banyak sekali perlombaan yang diikuti oleh Belinda dan hampir semua dirinya keluar sebagai pemenang. Beragam trophy dan penghargaan telah dikoleksi. Walaupun begitu, pendidikan menjadi prioritas bagi orangtuanya buat Belinda. “Saya mau jadi dokter. Tetapi jadi dokter yang bisa mewarnai dan membuat komik,” aku Belinda polos.
Keinginan membuat komik pada diri Belinda sangat besar. Dirinya kepingin anak-anak yang lain bisa ikut membaca hasil karya dan terhibur. “Saya lagi buat satu komik, tapi masih kurang rapi. Ada kata-katanya kayak orang ngomong,” ucapnya.

Tidak ada komentar: