20 Februari, 2009

Pendidikan Kita

Dunia pendidikan kini mendapatkan perhatian khusus baik eksekutif dan legislatif. Pemerintah pusat terus memperjuangkan anggaran sektor yang mendidik dan mengajari rakyat agar cerdas ini sehingga menjadi 20 persen.
Seperlima APBN diharapkan mampu mendongkrak kualitas output dari sektor ini. Maklum saja beberapa puluhan tahun lalu, bangsa ini menjadi tempat belajar bagi pelajar-pelajar dari negeri luar, namun sekarang pelajar Indonesia yang beramai-ramai belajar ke negara yang dulunya rakyatnya belajar di negeri ‘Merah Putih’ ini, sebut saja Malaysia.
Dunia pendidikan kita sempat terpuruk dan kini semakin bangkit. Dukungan pemerintah dan para politisi di pusat semakin kuat dengan mengalokasi anggaran yang sangat besar. Begitu juga pemerintah di daerah, mereka terus berupaya agar anggaran pendidikan menembus angka 20 persen.
Bagi daerah yang PAD yang besar, hal tersebut sudah mulai terwujud. Bagi yang masih membutuhkan anggaran membangun di sektor lain, secara perlahan-lahan menuju pada keinginan tersebut.
Namun sangat disayangkan, anggaran besar ternyata belum didukung mental yang kuat dari pelaksana yang terkait dengan dunia pendidikan. Banyak kasus-kasus korupsi serta kecurangan-kecurangan lainnya yang terungkap di saat negara hendak memajukan sektor ini.
Sebut saja sejumlah kasus jual beli soal dan kunci jawaban ujian akhir nasional (UAN), kasus dugaan korupsi pengadaan barang/jasa di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pontianak, dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana pembangunan dan sumbangan penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Teknik Untan dari 2002 – 2006, kasus-kasus pembangunan sejumlah sekolah di Kabupaten Kubu Raya, pengadaan buku serta sejumlah kasus-kasus lainnya.
Namun kita yakin, di dalam semangat yang kuat untuk memajukan dunia pendidikan juga akan melahirkan orang-orang yang berjiwa anti korupsi, memiliki nurani bagi perbaikan bangsa. Orang-orang yang diharapkan membawa bangsa ini lebih baik dan mampu melawan ekses-ekses yang hanya ingin menguntungkan diri sendiri sehingga anggaran yang sangat besar akan tepat sasaran, guna, tujuan waktu dan minim kebocoran. Semoga

Tidak ada komentar: